CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Shopping Online

Jumat, 31 Mei 2013

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS

        Pertemuan ke-4

A.      Proses Keperawatan
1.    Kondisi Klien
Data Subjektif :
·         Klien mengatakan sudah beberapa hari mengalami gelisah
·         Klien mengatakan sulit tidur
·         Klien mengatakan tidak nafsu makan
·         Klien masih memikirkan masalah ketika beribadah

2.    Diagnosa Keperawatan
Ansietas

3.    Tujuan Tindakan Keperawatan
a.       Tujuan Umum :
Pasien mampu mengatasi ansietas dengan teknik pendekatan spiritual                     
b.      Tujuan Khusus :
·         Pasien mampu melakukan pendekatan spiritual

4.    Tindakan Keperawatan
                                  a.         Motivasi klien untuk melakukan pendekatan spiritual

B.     Strategi Komunikasi
1.    Fase Orientasi
a.    Salam Terapeutik
“Selamat pagi ibu, saya putu, perawat yang akan merawat  Ibu”
Bagaimana perasaan ibu hari ini ?”



b.    Evaluasi/validasi
“Jadi ibu semalam gelisah, tidak bisa tidur karena cemas ?” “Lalu bagaimana  dengan ibadah ibu ?

c.    Kontrak :
1)      Topik
“Baiklah, bu, bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang
perasaan yang ibu rasakan?” Apakah ibu bisa fokus saat beribadah?

2)      Waktu
“Ibu mau kita berbincang-bincang berapa lama?” “Bagaimana jika 25 menit?”

3)      Tempat
“Ibu kita mau berdiskusi dimana?” “Yasudah kalau begitu kita berdiskusi di kamar ibu saja ya.”

4)      Tujuan
“Tujuan saya melakukan diskusi ini agar ibu dapat melakukan pendekatan spiritual.”

2.      Fase Kerja
”Tadi ibu katakan, ibu merasa gelisah, tidak bisa tidur, coba ibu ceritakan lebih lanjut tentang perasaan ibu?” “Apa yang sedang ibu pikirkan?” “Apa yang terjadi sehingga ibu merasa gelisah?” “Apa masalah yang sebelumnya sering membuat ibu gelisah?”  “Jadi kalau ibu punya masalah, ibu akan memikirkan terus masalah itu sehingga ibu merasa gelisah, tidak bisa tidur, tidak nafsu makan?” ”Kalau ibu sedang tidak gelisah, bagaimana kebiasaan tidur dan makan ibu?”
“Bagaimana kebiasaan ibu dalam beribadah?” “Tapi apa ibu fokus saat beribadah ?” “Seharusnya ibu ketika beribadah harus fokus dengan ibadah ibu , nah bila ibu selalu memikirkan masalah ibu, ibu akan selalu merasa cemas.  Lebih baik ibu mendekatkan diri kepada Tuhan , melupakan sejenak masalah-masalah yang ibu alami dan berdo’a meminta kepada Tuhan, semoga semua masalah yang saat ini ibu alami dapat terselesaikan, insyaallah ibu pasti tidak akan cemas lagi.”
3.      Fase Terminasi
a.       Evaluasi
1)      Subyektif
”Bagaimana perasaan ibu setelah kita ngobrol tentang masalah yang ibu rasakan.” “Coba ibu ulangi lagi cara yang sudah kita pelajari tadi.” Nah bagus, mulai sekarang ibu harus selalu berfikir positif dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar perasaan ibu bisa lebih tenang.”
2)      Obyektif
Ibu tampak mengerti hasil diskusi yang di lakukan, ibu merasa lebih tenang setelah beribadah.



Strategi Pelaksanaan Pertemuan ke-3 pada Klien dengan Ansietas

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS


Pertemuan ke-3


A.      Proses Keperawatan
1.    Kondisi Klien
Data Subjektif :
·         Klien mengatakan sudah beberapa hari mengalami gelisah
·         Klien mengatakan sulit tidur
·         Klien mengatakan tidak nafsu makan
·         Klien selalu memikirkan anaknya yang bekerja sebagai TKW di luar negeri
·         Klien khawatir anaknya mendapat perlakuan yang tidak baik dari tempatnya bekerja.
Data Objektif :
·         Klien sering mondar-mandir
·         Klien tampak seperti orang bingung
·         Klien sulit berkonsentrasi

2.    Diagnosa Keperawatan
Ansietas

3.    Tujuan Tindakan Keperawatan
a.    Tujuan Umum :
Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik relaksasi hipnotis 5 jari
b.    Tujuan Khusus :
Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik relaksasi hipnotis 5 jari untuk mengatasi ansietas

4.    Tindakan Keperawatan
a.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b.      Menjelaskan cara teknik relaksasi hipnotis 5 jari
c.       Membantu pasien mempraktikkan teknik relaksasi hipnotis 5 jari dan memasukkan dalam jadwal
d.      Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B.     Strategi Komunikasi
1.    Fase Orientasi
a.    Salam Terapeutik
Selamat pagi ibu

b.    Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan ibu pagi ini? Apakah ibu masih gelisah dan tidak bisa tidur? Apakah yang kemaren saya ajarkan sudah di praktekkan dalam jadwal harian ibu? Nah kalau sudah coba di praktikkan kembali ya. Bagus bu”

c.    Kontrak :
·      Topik, Waktu, Tempat, Tujuan
“Baiklah bu, bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang perasaan yang ibu rasakan? Dan saya akan mengajarkan ibu teknik relaksasi hipnotis 5 jari untuk menghilangkan rasa gelisah ibu. Kita akan berbincang-bincang selama 30 menit. Kita akan lakukan disini saja ya bu.

·      Tujuan
Tujuan perbincangan kita hari ini adalah agar ibu mengetahui cara untuk menghilangkan rasa gelisah ibu dengan teknik relaksasi hipnotis 5 jari dan ibu dapat mempraktekkan ketika rasa gelisah ibu datang kembali.”

2.    Fase Kerja
“Tadi ibu katakan, ibu merasa gelisah, tidak bisa tidur, coba ibu ceritakan lebih lanjut tentang perasaan ibu, kenapa ibu tidak bisa tidur, apa yang ibu pikirkan? Oh, jadi anak ibu sudah 3 bulan bekerja sebagai TKW di Malaysia, ibu khawatir anak ibu mendapat perlakuan yang tidak baik karena sering mendengar berita tentang TKW yang mendapat perlakuan buruk dari televisi? Nah ibu, sekarang saya akan mengajarkan ibu teknik  relaksasi degan cara hipnotis 5 jari. Kita mulai ya bu. Ibu pejamkan mata ibu, nah sekarang sentuh jari telunjuk ibu dengan jempol ibu, sekarang bayangkan pada saat ibu sedang bahagia. Sekarang sentuh jari tengah ibu, bayangkan saat ibu bersama orang yang ibu sayangi/ cintai, sekarang sentuh jari manis ibu, bayangkan ketika ibu di puji oleh seseorang, dan sekarang sentuh jari kelingking ibu, bayangkan tempat yang paling indah yang pernah di kunjungi. Ibu, coba ulangi lagi cara teknik hipnotis 5 jari yang sudah kita pelajari tadi. Wah bagus sekali, mari kita masukkan dalam jadwal harian ibu. Jadi, setiap ibu merasa cemas, ibu bisa langsung praktikkan cara ini, dan bisa melakukannya lagi sesuai jadwal yang telah kita buat.”

3.    Fase Terminasi
a.       Evaluasi
·           Subyektif
“Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang bincang tentang masalah yang ibu rasakan dan latihan mempaktekkan teknik relaksasi hipnotis 5 jari?”

·           Obyektif
Nah, coba ibu praktikkan kembali apa yang telah saya ajarkan tadi. Bagus, ternyata ibu masih ingat apa yang telah saya ajarkan.

b.      Rencana Tindak Lanjut (RTL)
“Saya harap apa yang tadi saya ajarkan kepada ibu, ibu dapat mempraktekkan kembali dan jangan lupa untuk memasukannya dalam jadwal kegiatan harian yaitu sekitar 2 kali dalam sehari ya bu.”

c.       Kontrak yang akan datang
·      Topik, Waktu, Tempat
Ibu sudah tidak terasa sudah 30 menit kita berbincang-bincang. Latihan relaksasi ini adalah cara ke-3 yang bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan atau ketegangan ibu, masih ada cara ke-4 yaitu dengan melakukan pendekatan spiritual, bagaimana kalau kita latihan cara yang ke 4 ini besok pagi, jam berapa bu? Seperti biasa jam 10 pagi ya dikamar ibu? Masih ada yang mau ditanyakan atau tidak bu? Baiklah kalau tidak ada saya pamit dulu. Terimakasih atas waktunya.”



Strategi Pelaksanaan Pertemuan ke-2 pada Klien dengan Ansietas

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS

Pertemuan ke-2

A.       Proses Keperawatan
1.    Kondisi Klien
  Data Subjektif :
·         Klien mengatakan sulit tidur
·         Klien mengatakan tidak nafsu makan
·         Klien mengatakan sulit berkonsentrasi
Data Objektif :
·         Klien sudah beberapa hari mengalami gelisah
·         Klien sering mondar-mandir
·         Klien terlihat seperti orang bingung
·         Klien mudah tersinggung

2.    Diagnosa Keperawatan
Ansietas

3.    Tujuan Tindakan Keperawatan
a.       Tujuan Umum
Mengatasi gangguan ansietas klien

b.      Tujuan Khusus
-       Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik distraksi untuk mengatasi ansietas
-       Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik distraksi
-       Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik distraksi untuk mengatasi ansietas

4.    Tindakan Keperawatan
a.       Ajarkan pasien teknik distraksi untuk meningkatkan kontrol diri dan mengurangi ansietas :
1)      Melakukan hal yang disukai
2)      Menonton TV
3)      Mendengarkan music yang disukai
4)      Membaca koran, buku atau majalah
b.      Motivasi pasien untuk melakukan teknik distraksi setiap kali ansietas muncul

B.     Strategi Komunikasi

1.    Fase Orientasi
a.    Salam Terapeutik
“ Assalamu’alaikum, Selamat pagi ibu ! Saya perawat yang bertugas pada pagi ini, saya Putu Vineta, Ibu bisa memanggil saya Putu.  Saya adalah mahasiswa dari POLTEKKES JAKARTA III. Nama ibu siapa? Ibu senangnya dipanggil apa?”

b.    Evaluasi/Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini? Apakah ibu sudah melatih cara mengalihkan situasi untuk menghilangkan kecemasan ibu?

c.    Kontrak :
·         Topik
Baiklah ibu sesuai janji kita kemarin, hari ini saya datang kembali untuk mendiskusikan tentang latihan distraksi dengan tehnik pengalihan.”

·        Waktu
”Berapa lama kita akan berlatih ibu? “Bagaimana jika 10 menit?”

·         Tempat
“Dimana kita akan berdiskusi? “Bagaimana jika di halaman samping?”

·         Tujuan
“Tujuan dari latihan hari ini adalah agar ibu dapat meningkatkan kontrol kecemasan pada diri ibu dan ibu dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari ibu.”

2.    Fase Kerja
“Ibu, kemarin waktu kita diskusi ibu mengatakan bahwa saat cemas rasanya seluruh badan ibu tegang, baik pikiran maupun fisik. Nah, latihan distraksi ini bermanfaat untuk mengalihkan rasa cemas ibu sehingga membuat pikiran dan fisik ibu relak atau santai. Dalam teknik ini ibu harus melakukan hal-hal yang dapat membuat ibu relak misalnya dengan menonton acara televisi kesukaan ibu, membaca buku atau majalah yang ibu suka, atau dengan mendengar music yang ibu sukai. Nah, sekarang ibu sudah tau kan hal-hal apa saja yang dapat ibu lakukan untuk mengurangi rasa cemas ibu. Nanti apabila ibu merasa cemas lagi, ibu bisa melakukan salah satu teknik distraksi atau pengalihan yang saya beritahu tadi.

3.    Fase Terminasi
a.       Evaluasi
·           Subjektif
Bagaimana apa ada yang ingin ibu tanyakan dari penjelasan saya tadi?”

·         Objektif
“Coba ibu ulangi lagi cara yang sudah kita pelajari. Wah bagus sekali, nanti jika ibu merasa cemas, ibu dapat melakukan teknik ditraksi yang tadi saya jelaskan ya.”

b.      Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Kapan ibu akan mulai mencoba melakukan cara ini? Baiklah setiap ibu merasa cemas, ibu bisa langsung mempraktikkan cara ini.

c.       Kontrak yang akan datang
·           Topik
“Nah, ibu, masih ada cara yang bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan ibu yaitu dengan teknik hipnotis diri sendiri atau hipnotis dengan 5 jari.”

·           Waktu
Bagaimana kalau kita latihan cara yang ketiga ini besok dengan jam yang sama seperti hari ini?”

·           Tempat
“Mau latihan dimana kita buBagaimana jika disini lagi ? Apa masih ada yang mau ditanyakan bu? Baiklah kalau tidak ada saya pamit dulu. Selamat siang.”


Strategi Pelaksanaan Pertemuan ke-1 pada klien dengan Ansietas

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS


Pertemuan ke-1

A.      Proses Keperawatan
1.    Kondisi Klien
Data Subjektif             :
a.       Klien mengatakan baru pertama kali dirawat di rumah sakit
b.      Klien mengatakan pusing jika terlalu banyak berbicara
Data Objektif
a.       Tekanan darah klien meningkat
b.      Mulut kering
c.       Kontak mata dengan perawat baik
d.      Komunikasi verbal lancar
2.    Diagnosa Keperawatan
Ansietas
3.    Tujuan Tindakan Keperawatan
a.       Tujuan Umum       : mengatasi gangguan ansietas klien.
b.      Tujuan Khusus      :
1)      Pasien mampu membina hubungan saling percaya
2)      Pasien mampu mengenal ansietas
3)      Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik relaksasi
4)      Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik relaksasi untuk mengatasi ansietas
4.    Tindakan Keperawatan
a.       Membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi
Tindakan yang harus dilakukan dalam membina hubungan saling percaya adalah
1)      Mengucapkan salam terapeutik
2)      Berjabat tangan
3)      Menjelaskan tujuan interaksi
4)      Membuat kontrak (topik, waktu, tempat, tujuan) setiap kali bertemu pasien

b.      Membantu pasien mengenal ansietas :
1)      Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya
2)      Bantu pasien menjelaskan situasi yang menimbulkan ansietas
3)      Bantu pasien mengenal penyebab ansietas
4)      Bantu pasien menyadari perilaku akibat ansietas
c.       Mengajarkan pasien teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol dan rasa percaya diri : pengalihan situasi

B.     Strategi Komunikasi
1.    Fase Orientasi
a.    Salam Terapeutik
“Selamat pagi mba. Saya perawat yang bertugas pada pagi ini, nama saya Putu.  Saya adalah mahasiswa dari POLTEKKES JAKARTA III. Nama mba siapa?”
Mba senangnya dipanggil apa?”
b.    Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan mba hari ini? semalam tidurnya nyenyak?”
c.    Kontrak :
·      Topik
Bagaimana jika sekarang  kita berbincang-bincang tentang kecemasan dan latihan cara mengontrol cemas dengan latihan relaksasi”
·      Waktu
Berapa lama mba punya waktu untuk berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana kalau 15 menit saja
·      Tempat
Dimana mba mau berbincang-bincang dengan saya? Ya sudah, Bagaimana jika diruangan ini saja kita berbincang-bincang
·      Tujuan
“Agar mba dapat mengetahui kecemasan yang mba rasakan serta cara mengatasinya



2.    Fase Kerja
“Sekarang coba mba ceritakan apa yang mba rasakan saat ini kepada saya
Jika boleh saya tahu, sebelumnya mba pernah mengalami masalah seperti ini atau tidak dan bagaimana cara mba mengatasinya ?
“Saya mengerti bagaimana perasaan mba. Setiap orang akan memiliki perasaan yang sama jika diposisi mba. Tapi saya sangat kagum pada mba. Karena mba mampu menahan semua cobaan ini. Jadi saat ini mba berada pada tingkat kecemasan yang sedang. Kalau masalah ini tidak diatasi, dapat mengganggu kondisi mba nantinya. Untuk itu, mba perlu melakukan terapi disaat mba merasakan perasaan cemas. Terapi ini akan membantu menurunkan tingkat kecemasan mba. Bagaimana kalau sekarang kita coba mengatasi kecemasan mba dengan latihan relaksasi dengan cara tarik nafas dalam, ini merupakan salah satu cara  untuk mengurangi kecemasan yang mba rasakan”
Bagaimana kalau kita latihan sekarang, Saya akan lakukan, mba perhatikan saya, lalu mba bisa mengikuti cara yang sudah saya ajarkan. Kita mulai ya mba. Silakan duduk dengan posisi seperti saya. Pertama-tama, mba tarik nafas dalam perlahan-lahan, setelah itu tahan nafas dalam hitungan tiga setelah itu mba hembuskan udara melalui mulut dengan meniup udara perlahan-lahan. Sekarang coba mba praktikkan
“Bagus sekali, mba sudah mampu melakukannya. mba bisa melakukan latihan ini selama 5 sampai 10 kali sampai mba merasa relaks atau santai. Selain cara tersebut untuk mengatasi kecemasan mba, mba bisa melakukan dengan metode pengalihan yaitu dengan melepas kecemasan dengan tertawa, berolahraga, menulis kecemasan mba disebuah kertas,bersantai seperti jalan-jalan atau mba juga bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik.

3.    Fase Terminasi
a.       Evaluasi
·           Subyektif
Bagaimana perasaan mba setelah kita ngobrol tentang masalah yang mba rasakan dan latihan relaksasi?
·           Obyektif
Coba mba ulangi lagi cara yang sudah kita pelajari.
b.      Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Kapan mba akan berlatih lagi untuk melakukan cara ini?
Mari, kita masukkan dalam jadwal harian mba. Jadi, setiap mba merasa cemas, mba bisa langsung praktikkan cara ini
c.       Kontrak yang akan datang
·         Topik
Cara yang kita praktikkan tadi baru mengurangi sedikit kecemasan yang mba rasakan, bagamana jika kita latihan kembali besok? Jangan lupa mba mencoba teknik yang lain untuk mengurangi kecemasan mba ya”
·         Waktu
“Bagaimana kalau kita latihan cara yang kedua ini besok, dengan jam yang sama seperti hari ini. Berapa lama mba punya waktu untuk berbincang-bincang dengan saya besok? Bagaimana kalau 20 menit saja
·         Tempat

Dimana mba akan latihan dengan saya besok? Ya sudah, bagaimana kalau besok kita melakukannya disini saja lagi