CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Shopping Online

Jumat, 31 Mei 2013

Strategi Pelaksanaan Pertemuan ke-2 pada Klien dengan Ansietas

STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANSIETAS

Pertemuan ke-2

A.       Proses Keperawatan
1.    Kondisi Klien
  Data Subjektif :
·         Klien mengatakan sulit tidur
·         Klien mengatakan tidak nafsu makan
·         Klien mengatakan sulit berkonsentrasi
Data Objektif :
·         Klien sudah beberapa hari mengalami gelisah
·         Klien sering mondar-mandir
·         Klien terlihat seperti orang bingung
·         Klien mudah tersinggung

2.    Diagnosa Keperawatan
Ansietas

3.    Tujuan Tindakan Keperawatan
a.       Tujuan Umum
Mengatasi gangguan ansietas klien

b.      Tujuan Khusus
-       Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik distraksi untuk mengatasi ansietas
-       Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik distraksi
-       Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik distraksi untuk mengatasi ansietas

4.    Tindakan Keperawatan
a.       Ajarkan pasien teknik distraksi untuk meningkatkan kontrol diri dan mengurangi ansietas :
1)      Melakukan hal yang disukai
2)      Menonton TV
3)      Mendengarkan music yang disukai
4)      Membaca koran, buku atau majalah
b.      Motivasi pasien untuk melakukan teknik distraksi setiap kali ansietas muncul

B.     Strategi Komunikasi

1.    Fase Orientasi
a.    Salam Terapeutik
“ Assalamu’alaikum, Selamat pagi ibu ! Saya perawat yang bertugas pada pagi ini, saya Putu Vineta, Ibu bisa memanggil saya Putu.  Saya adalah mahasiswa dari POLTEKKES JAKARTA III. Nama ibu siapa? Ibu senangnya dipanggil apa?”

b.    Evaluasi/Validasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini? Apakah ibu sudah melatih cara mengalihkan situasi untuk menghilangkan kecemasan ibu?

c.    Kontrak :
·         Topik
Baiklah ibu sesuai janji kita kemarin, hari ini saya datang kembali untuk mendiskusikan tentang latihan distraksi dengan tehnik pengalihan.”

·        Waktu
”Berapa lama kita akan berlatih ibu? “Bagaimana jika 10 menit?”

·         Tempat
“Dimana kita akan berdiskusi? “Bagaimana jika di halaman samping?”

·         Tujuan
“Tujuan dari latihan hari ini adalah agar ibu dapat meningkatkan kontrol kecemasan pada diri ibu dan ibu dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari ibu.”

2.    Fase Kerja
“Ibu, kemarin waktu kita diskusi ibu mengatakan bahwa saat cemas rasanya seluruh badan ibu tegang, baik pikiran maupun fisik. Nah, latihan distraksi ini bermanfaat untuk mengalihkan rasa cemas ibu sehingga membuat pikiran dan fisik ibu relak atau santai. Dalam teknik ini ibu harus melakukan hal-hal yang dapat membuat ibu relak misalnya dengan menonton acara televisi kesukaan ibu, membaca buku atau majalah yang ibu suka, atau dengan mendengar music yang ibu sukai. Nah, sekarang ibu sudah tau kan hal-hal apa saja yang dapat ibu lakukan untuk mengurangi rasa cemas ibu. Nanti apabila ibu merasa cemas lagi, ibu bisa melakukan salah satu teknik distraksi atau pengalihan yang saya beritahu tadi.

3.    Fase Terminasi
a.       Evaluasi
·           Subjektif
Bagaimana apa ada yang ingin ibu tanyakan dari penjelasan saya tadi?”

·         Objektif
“Coba ibu ulangi lagi cara yang sudah kita pelajari. Wah bagus sekali, nanti jika ibu merasa cemas, ibu dapat melakukan teknik ditraksi yang tadi saya jelaskan ya.”

b.      Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Kapan ibu akan mulai mencoba melakukan cara ini? Baiklah setiap ibu merasa cemas, ibu bisa langsung mempraktikkan cara ini.

c.       Kontrak yang akan datang
·           Topik
“Nah, ibu, masih ada cara yang bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan ibu yaitu dengan teknik hipnotis diri sendiri atau hipnotis dengan 5 jari.”

·           Waktu
Bagaimana kalau kita latihan cara yang ketiga ini besok dengan jam yang sama seperti hari ini?”

·           Tempat
“Mau latihan dimana kita buBagaimana jika disini lagi ? Apa masih ada yang mau ditanyakan bu? Baiklah kalau tidak ada saya pamit dulu. Selamat siang.”


1 komentar:

Unknown mengatakan...

TRIMS SANGAT BERMANFAAT

Posting Komentar